Laporan Akhir 1
1. Prosedur [kembali]
- Menyiapkan alat dan bahan.
- Merangkai komponen pada breadboard sesuai dengan gambar rangkaian percobaan.
- Menghubungkan masing masing pin input output.
- Mengunggah program menggunakan ST-LINK ke mikrokontroler.
- Jalankan Rangkaian
2. Hardware dan Diagram Blok [kembali]
- STM32F103C8T6
- HeartBeat Sensor
- Push Button
- LED
- Buzzer
- Resistor
- Breadboard
3. Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja [kembali]
Rangkaian Heart Rate Indicator bekerja dengan cara mendeteksi perubahan aliran darah pada jari menggunakan sensor detak jantung (HB1), yang kemudian diubah menjadi sinyal analog berupa tegangan kecil. Sinyal ini masuk ke mikrokontroler STM32 melalui pin ADC untuk diproses. Potensiometer (RV2) digunakan untuk mengatur sensitivitas sinyal agar pembacaan lebih stabil dan tidak terganggu noise. Di dalam mikrokontroler, sinyal tersebut dianalisis untuk mendeteksi puncak-puncak gelombang yang merepresentasikan detak jantung, lalu dihitung menjadi nilai detak per menit (BPM). Berdasarkan hasil tersebut, mikrokontroler mengaktifkan LED indikator (merah, kuning, atau hijau) sesuai kondisi detak jantung, serta dapat menyalakan buzzer sebagai tanda peringatan atau mengikuti irama detak. Dengan demikian, rangkaian ini mengubah sinyal biologis menjadi output visual dan suara secara real-time.
4. Flowchart dan Listing Program [kembali]
5. Video Demo [kembali]
Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 3 dengan kondisi ketika Infrared sensor tidak mendeteksi benda dan sensor Touch mendeteksi sentuhan, maka LED akan menyala
7. Analisa [kembali]
- Download Laporan Akhir (klik disini)
- Download File Rangkaian (klik disini)
- Download Video Demo (klik disini)
- Download Datasheet Touch Sensor (klik disini)
- Download Datasheet PIR Sensor (klik disini)
- Download Datasheet Resistor (klik disini)
- Download Datasheet LED (klik disini)
- Download Datasheet Buzzer (klik disini)
Komentar
Posting Komentar